Kisah Para Petani Ketapang atau Gulinggang Di desa Jarenang.
- Apr 20, 2026
- Rahmadi
- Tanaman Ketapang atau Gulinggang
Tanaman Ketapang atau Gulinggang dalam 2 Tahun Terakhir ini kini menjadi Pendapatan tambahan bagi warga Desa Jarenang saat ini.
untuk bisa menjadikan pendapatan tambahan para petani mula-mula pembibitan mulai dari biji-bijinya atau bisa juga dengan batang pohonnya, setelah itu lahan tempat penanaman tanaman Gulinggang ini di bersihkan terlebih dahulu dan membutuhkan tanah yang dataran tinggi. setelah 2 minggu bibit yang sudah besar akan di pindahkan di tanah di tempat yang sudah di siapkan tadi. untuk perawatan selama 3 bulan itu para petani rutin membersihkan rumput di sekitaran tanaman gulinggang dan juga rutin memberikan pupuk dan obat hama daun,supaya Tanaman Gulinggang ini tumbuh subur. setelah 3 bulan tadi sudah siap di panen daunnya.setelah di panen daunnya maka akan di jemur dibawah terik matahari. ini tergantung cuaca saat itu. jika cuacanya baik pagi para petani gulinggang jemur dan jam 12 siang sudah bisa di kemas untuk di jual ke pengepul di Desa Jarenang.daun keringnya itu jika di jual per kilonya saat ini mencapai 15 ribu rupiah. setelah itu pengepul daun gulinggang kering tadi mereka akan kirim ke Banjarbaru Kalimantan Selatan untuk di proses lagi sebelum di ekspor ke cina. itu lah cerita para petani gulinggang di Desa Jarenang.
untuk itu para petani memohon kepada dinas Perkebunan atau Dinas Terkait untuk memberikan mereka bantuan pupuk dan obat Hama Ulat Daun Gulinggang. itu lah yang sering mereka keluhkan. sehingga dengan harga 1 kilo 15 ribu rupiah itu masih kurang untuk mereka para petani.